Tampilkan postingan dengan label Contoh-contoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh-contoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2019

Download Scribe Input Mahasiswa sederhana Responsive

YO, Whatsapp ketemu lagi sama aku BOCAH GAMING.......
kali ini aku mau membagikan salah satu dari aplikasi input data mahasiswa berbasis online menggunakan PHP dan MYSQL

yuk langsung aja, klik link dibawah untuk mendownload filenya

File Download

Selasa, 16 Januari 2018

Contoh Artikel RFID

1.    Sejarah RFID
       Rintisan tegnologi RFID dimulai saat seorang mata-mata Uni soviet (sekarang=Rusia) menemukan sistem pengiriman gelombang radio melalui informasi audio. Gelombang suara yang menggetarkan diagfragma yang telah dibentuk menjadi sebuah resonator yang memodulasi gelombang radio yang terpantul. Meskipun alat ini bukan sebuah identifikasi namun dianggap sebagai pendahulu teknologi RFID.
       Selain itu ada juga teknologi transponder IFF yang digunakan oleh tentara inggris pada perang dunia ke-2 untuk mengidentifikasi pesawat sebagai teman atau musuh. Perangkat RFID yang menjadi cikal bakal sistem RFID modern adalah Perangkat Mario Cardullo, karena menggunakan transponder radio pasif dengan memori. Paten dasar Cardullo meliputi penggunaan RF, suara dan cahaya sebagai media transmisi. RFID ditawarkan kepada investor pada tahun 1969 meliputi penggunaan dalam bidang transportasi, perbankan, keamanan dan medis.

2.    Pengertian
       Radio Frequency Identification (RFID) adalah teknologi wireless yang kompak. RFID berpotensi sangat besar untuk kemajuan perniagaan (commerce). RFID menggunakan chip yang dapat dideteksi pada range beberapa meter oleh pembaca RFID. Sebagai contoh RFID dapat menjadi barcode generasi berikutnya yang dapat digunakan untuk otomatisasi inventory control akan memberikan banyak kemudahan dan dapat mengurangi biaya dari pabrik ke distributor.
       RFID merupakan teknologi yang masih baru, dan akan terus berkembang. Seiring dengan kemajuan teknologi rangkaian terintegrasi, maka dapat dipastikan bahwa tag RFID dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang. Kebutuhan akan tag RFID juga akan bertambah di waktu yang akan datang, karena kebutuhan akan proses yang berhubungan dengan identifikasi dan keamanan yang lebih nyaman, efisien, dan hemat waktu.

3.    Prinsip kerja RFID
       RFID menggunakan sistem identifikasi dengan gelombang radio. Untuk itu minimal dibutuhkan dua buah perangkat, yaitu yang disebut TAG dan READER. Saat pemindaian data, READER membaca sinyal yang diberikan oleh RFID TAG



a.           RFID TAG
            Adalah sebuah alat yang melekat pada obyek yang akan diidentifikasi oleh RFID READER. RFID TAG dapat berupa perangkat pasif atau aktif. TAG pasif artinya tanpa battery dan TAG aktif artinya menggunakan battery. TAG pasif lebih banyak digunakan karena murah dan mempunyai ukuran lebih kecil. RFID TAG dapat berupa perangkat read-only yang berarti hanya dapat dibaca saja ataupun perangkat read-write yang berarti dapat dibaca dan ditulis ulang untuk
update.
RFID TAG mempunyai dua bagian penting, yaitu:
·         IC atau kepanjangan dari Integrated Circuit, yang berfungsi menyimpan dan memproses informasi, modulasi dan demodulasi sinyal RF, mengambil tegangan DC yang dikirim dari RFID READER melalui induksi, dan beberapa fungsi khusus lainya.
·         ANTENNA yang berfungsi menerima dan mengirim sinyal RF.
RFID TAG tidak berisi informasi pengguna seperti nama, nomor rekening, NIK atau yang lain. RFID TAG hanya berisi sebuah TAG yang unik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi Informasi mengenai obyek yang terhubung ke tag ini hanya diterdapat pada sistem atau database yang terhubung pada RFID READER. Saat ini RFID TAG bisa dibuat dengan ukuran yang sangat kecil, dan tercatat yang paling kecil adalah RFID TAG buatan HITACHI yang berukuran 0.05mm × 0.05mm.
b.      RFID READER
Adalah merupakan alat pembaca RFID TAG. Ada dua macam RFID READER yaitu READER PASIF (PRAT) dan READER AKTIF (ARPT).

READER PASIF memiliki sistem pambaca pasif yang hanya menerima sinya radio dari RFID TAG AKTIF (yang dioperasikan dengan barrety/sumber daya). Jangkauan penerima RFID PASIF bisa mencapai 600 meter. Hal ini memungkinkan aplikasi RFID untuk sistem perlindungan dan pengawasan aset.

READER AKTIF memiliki sistem pembaca aktif yang memancarkan sinyal interogator ke TAG dan menerima balasan autentikasi dari TAG. Sinyal interogator ini juga menginduksi TAG dan akhirnya menjadi sinyal DC yang menjadi sumber daya TAG PASIF
4.    Sistem sinyal RFID
       RFID menggunakan beberapa jalur gelombang untuk pemancaran sinyal. Namun yang paling banyak dipakai adalah jalur UHF ada frekuansi 865-868MHzz dan 902-928 MHz. Kode yang ditulis pada TAG berupa 96 bit data yang berisi 8bit header, 28 bit nama organisasi pengelola data, 24bit kelas obyek (misal=untuk identifikasi jenis produk) dan 36bit terakhir adalah nomor seri yang unik untuk tag. Kode tersebut dipancarkan melalui sinyal RF dengan urutan yang telah standar.

5.    Implementasi RFID
a.       Aplikasi RFID Sebagai Inventory Control
            Sistem penanganan barang pada proses manufaktur dan distribusi yang efisien dan hemat waktu, dapat disediakan dengan sistem identifikasi yang cepat dan aman. Hal ini dapat dengan mudah direalisasikan dengan RFID, karena tidak memerlukan kontak langsung, maupun kontak optik. Dengan tambahan fitur anticollision sejumlah barang dapat diperiksa secara bersamaan. Pada aplikasi ini masalah lingkungan dan kecepatan merupakan peranan yang penting.

b.    Aplikasi RFID Dalam Bidang Transportasi
            Kenyamanan dan efisiensi waktu menjadi tawaran yang menarik untuk pengunaan RFID pada bidang transportasi, di mana penggunaan sistem identifikasi yang cepat diperlukan. Contohnya adalah penggunaan tag RFID untuk menandai bawaan penumpang, dan pengganti tiket sehingga dapat mencegah antrian yang panjang.

c.    Aplikasi RFID Dalam Bidang Akses Kontrol
            Contoh aplikasi pada bidang ini adalah sistem keamanan pada mobil, atau fasilitas tertentu, di mana untuk aplikasi ini diperlukan keamanan dengan level yang tinggi dan tidak mudah ditiru. Untuk kebutuhan ini dapat direalisasikan dengan generasi kedua tag RFID yaitu Digital Signature Transponder.





DAFTAR PUSTAKA

https://abisabrina.wordpress.com/2014/01/18/prinsip-kerja-rfid/ diakses pada 11 Januari 2017 Pukul 09.00 WIB




Kamis, 28 Desember 2017

Contoh Review Jurnal Perkembangan sistem Informasi

ABSTRACT
Pembelajaran Kecerdasan Buatan pada materi Sistem Pelacakan bagi sebagian mahasiswa sangatlah susah dipahami. Berdasarkan data yang diperoleh dari 30 mahasiswa yang sedang dan yang pernah mengambil mata kuliah kecerdasan buatan, terlihat bahwa jumlah presentase mahasiswa yang tidak memahami materi Sistem Pelacakan lebih banyak dari pada mahasiswa yang paham akan materi Sistem Pelacakan. Jumlah mahasiswa yang membutuhkan alat bantu berupa media pembelajaran lebih banyak dari pada jumlah mahasiswa yang tidak membutuhkan. Untuk itu perlu dibangun aplikasi pembelajaran Kecerdasan Buatan khususnya pada materi Sistem Pelacakan agar dapat digunakan mahasiswa sebagai sarana belajar dan mempermudah dosen dalam menyampaikan materi. Subjek dalam penelitian ini adalah aplikasi multimedia sebagai media pembelajaran Kecerdasan Buatan pada materi Sistem Pelacakan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, metode observasi, dan metode wawancara. Aplikasi disusun dengan prosedur yang mencakup indentifikasi masalah yang diperoleh, analisis kebutuhan, merancang konsep, merancang isi, design document dan diagram navigasi, merancang naskah, merancang grafis, memproduksi sistem, pengetesan sistem dengan black box dan alpha test. Hasil penelitian ini adalah aplikasi multimedia sebagai media pembelajaran Kecerdasan Buatan pada materi Sistem Pelacakan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika di Universitas Ahmad Dahlan yang berdasarkan hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran ini dapat membantu proses pembelajaran pada mahasiswa untuk memahami materi dan dapat digunakan sebagai alat bantu dosen untuk menunjang pembelajaran Kecerdasan Buatan.
Kata Kunci : Kecerdasan Buatan, Sistem Pelacakan, Pembelajaran, Multimedia.


JUDUL                                   : Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pelacakan Pada
Mata Kulia Kecerdasan Buatan Berbasis Multimedia

JURNAL                                : Jurnal Informatika

VOLUME & HALAMAN     : Vol 5, No 2

TAHUN                                  : Juli 2011

PENULIS                               : Nugraha, Dedi, Winiarti, Sri


TUJUAN REVIEW : Tujuan utama dari review jurnal ini adalah untuk mengetahui pengembangan Sistem yang tadinya digunakan secara menjadi sistem informasi yang lebih mudah digunakan untuk media pembelajaran terutama sistem pelacakan pada mata kuliah kecerdasan buatan agar bisa menjadi lebih efektif dan efisien.karena teknologi informasi sebagai acuan dalam perkembangan zaman.

METODE PENGEMBANGAN SISTEM : Metode pengembangan system menurut hasil revew jurnal ini adalah : Pengumpulan data, Analisis Kebutuhan system, dan perencanaan system. Kemudian di Implementasi aplikasi Media Pembelajaran Sistem Pelacakan Dalam Mata Kuliah Kecerdasan Buatan.

JENIS INFORMASI YANG DIKEMBANGKAN : Sistem informasi yang dikembangkan di dalam jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran system pelacakan dalam mata kuliah kecerdasan buatan agar lebih efisien dalam mengolah atapun melaukan pembelajaran mata kulaih tersebut.

APLIKASI UNTUK PENGEBANGAN SISTEM : Menurut hasil dari review jurnal ini penulis jurnal menggunakan aplikasi/software visual basic 2000 untuk membuat program yang dimana menggunakan sql/mysql untuk pengolahan database untuk program tersebut.


KESIMPULAN : Pengembangan pengembangan media pembelajaran sistem pelacakan pada mata kuliah kecerdasan buatan berbasis multimedia memiliki harapan untuk dapat memudahkan dalam proses pembelajaran, sehingga kelemahan-kelemahan yang terjadi jika menggunakan proses manual dapat diatasi. 

Contoh Draf Laporan Tugas Akhir

DRAF PROPOSAL TUGAS AKHIR
Nama   : Octafian Andi Hermawan
NIM    : B16035
Prodi   : Manajemen Informatika
A.    Usulan Judul: Konfigurasi bandwith dan webproxy pada router mikrotik menggunakan winbox
B.     Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia teknologi informasi, semakin mempermudahkan manusia untuk mendapatkan hal-hal yang mereka butuhkan, jika dulu media informasi yang digunakan hanya media informasi satu arah saja, akan tetapi sekarang dapat memberikan imbal-balik dari informasi yang didapatkan tadi. Jika dulu berita hanya ada pada telivisi, koran dan radio sekarang dapat diakses darimana saja dan harga utnuk mendapatkannya pun cukup murah, hanya dengan beberapa rupiah saja, informasi yang didapatkan bisa cukup banyak dan dari berbagai narasumber, baik local, nasional maupun internasional.
Internet sebagai media penyaluran informasi, memiliki peran yang sangat penting terhadap tersalurnya informasi dari seluruh dunia, terlebih lagi dengan adanya internet, orang bisa menimba ilmu dari sana, dan tentunya dari semua itu pasti ada sisi negative dan positif dari adanya internet tersebut. Layanan internet memberikan keleluasaan kepada pengguna terhadap informasi atau berita yang akan mereka akses, baik yang bersifat positif ataupun negative, meskipun ada beberapa pihak yang sudah berupaya untuk melakukan penyaringan terhadap situs-situs yang sekiranya berdampak negative, hal ini lebih sering dilakukan oleh instansi-instansi pendidikan serta perusahaan besar dan perusahaan menengah, untuk membatasi para mahasiswa dan karyawan untuk mengaksesnya.
C.     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut “Bagaimana cara membatasi akses internet agar tidak berlebihan dan memblokir situs-situs yang kiranya bersifat negative?”
D.    Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan agar peneliti lebih terarah, focus dan tidak menyimpang dari sasaran pokok penelitian. Oleh karena itu, penulis memfokuskan kepada pembahasan atas masalah-masalah pokok yang dibatasi dalam konteks permasalahan yang terdiri dari :
1.      Konfigurasi Bandwith di router mikrotik menggunakan winbox

2.      Konfigurasi webproxy di router miktotik menggunakan winbox

Minggu, 24 Desember 2017

Contoh Proposal E-Bussiness

Download Disini jika mau save UNDUH PROPOSAL

Selasa, 19 Desember 2017

Contoh proposal E-Business

BAB I
PENDAHULUAN

Nama website                                     BFF Online Shop
Bidang Usaha                                      :  Game, Komputer dan aksesoris komputer
Alamat Perusahaan                             :  Glinggangsari, Bayudono, Boyolali
Nomor Telepon                                   :  083128014792

A.       Identifikasi Peluang Bisnis
Website sebuah situs yang sudah tidak asing lagi pada tahun 2017 dan sudah banyak yang memiliki smart phone yang bisa di gunakan untuk mengakses suatu situs website dengan cepat dimana saja dan kapan saja. Sebuah website jual beli menyediakan banyak barang yang dibutuhkan oleh konsumen atau pun pengunjung website tersebut.
Ada banyak sekali website sekarang ini sebagai contoh : Lazada, Tokopedia, OLX, dan lain sebagainya. Oleh karena itu penulis membuat proposal yang dimana nanti bisa untuk di jalankan secara real agar mendapatkan penghasilan berupa uang maupun dolar, dari produk maupun iklan yang tampil di website tersebut.

B.        Penjelasan Produk
Cara memasarkan produk maupun membuat website olshop tidak berbeda jauh dengan membuat dan memasarkan pada umumnya, yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:
1.      Membeli domain dan hosting yang dimana nanti di gunakan untuk website agar bisa di akses oleh user atau pengunjung
2.      Mengaikan website dengan iklan iklan baik itu adsense, revenuehits dan lain sebagainya agar bisa mendapatkan dollar dari pengunjung dengan iklan
3.      Berkerja sama dengan toko-toko computer untuk pemasaran produk dari toko tersebut agar mendapatkan pelanggan
4.      Memberikan pilihan pembayar kepada pelanggan
C.    Latar Belakang Bisnis
Alasan kami website ini adalah karena saat ini semakin banyak masyarakat yang mempunyai smartphone, laptop, computer maupun alat elektronik untuk mengakses internet dimana saja kapan saja baik itu siang maupun malam. Oleh karena  itu penulis mendapatkan ide untuk membuat website jual beli yang bisa membantu pelanggan untuk melaksanakan transaksi dimana pun dan kapanpun dan juga menghasilkan uang bagi penulis sendiri.

D.     Tujuan
a.       Mendapatkan keuntungan dari website ini
b.      Mengenalkan Dunia Komputer kepada masyarakat umum
c.       Membantu para gamers dengan kebutuh alat-alat game maupun game terbaru

E.     Potensi Bisnis
Website ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena internet sudah tidak asing lagi adan juga mudah untuk didapatkan ini sangat membantu sehingga user dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari internet maupun penulis dapat memasarkan produk di internet sehingga dapat di lihat seluruh dunia tanpa terkecuali




BAB  II
PEMBAHASAN

A.    ANALISIS SWOT
1.      Faktor Internal
A.  Strength (Kekuatan)
Kami menawarkan game, computer maupun aksesorsi komputer dengan harga yang bersahabat.
B.  Weakness (Kelemahan)
Belum memiliki cukup pengalaman, Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.
2.      Faktor Eksternal
A.    Opportunities (Peluang)
Banyaknya masyarakat yang memiliki smartphone dan melakukan pembelian secara online berbagai produk melalui media online diseluruh dunia.
B.     Threats (Ancaman)
Salah satu bentuk ancaman yang dikhawatirkan bisa terjadi adalah kepercayaan pengunjung. Terkadang masyarakat atau pengunjung kurang percaya dengan website jika tidak ada berbagai test moni tentang website tersebut.
STRATEGI SWOT     Strength
a.       Banyaknya toko-toko yang mau berkerjasama
b.      Smartphone dan internet yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat
c.       Transaksi yang bisa dilakukan secara cepat dan dimana saja
d.      Pengiriman keseluruh Indonesia maupun dunia secara cepat




B.     PERENCANAAN BISNIS
1.      Sasaran dan Target
Sasaran kami adalah seluruh masyarakat dari segala usia, terutama bagi para gamers muda dan bebakat untuk meningkatkan keakuratannya saat bermain game maupun melakukan kompetis game, dan mengenalkan berbagai produk komputer terbaru dan terupdate.
2.      Pembiayaan
a.    Membeli Hosting dan domain        = Rp 400.000,00
b.    Koneksi internet                             = Rp 2.000.000 pemasangan,
Rp 300.000,00/bulan
C.    STUDI KELAYAKAN
1.      Lokasi
Untuk lokasi penulis membuat stand utama di Glinggangsari Bayudono Boyolali agar jika ada pelanggan mau untuk ketemuan baik itu cod barang bisa langsung ke situ jika tidak ingin biaya tambahan untuk pengiriman paket.
2.      Sarana dan Prasarana
Selain menggunakan rumah produksi dan website, kami juga memanfaatkan berbagi media soaial seperti, blog, facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan produk.

D.    REAL BUSINESS PLAN
1. Rencana Manajemen
a. Strategi pemasaran
Untuk mendapatkan produk penulis bekerja sama dengan toko-toko untuk memasarkan atau mengenalkan produk ke masyarakat melalui website yang penulis buat, dan memberikan diskon akhir bulan dengan bekerja sama dengan toko offline baik itu untuk game, computer maupun aksesoris computer.


b. Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah di sekitar daerah tempat stand. Contohnya di Boyolali. Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil sampai pada tingkat yang lebih tinggi.
c. Kegiatan promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami pada tahap awal melalui mulut ke mulut. Selanjutnya dilakukan juga promosi melalui media sosial yang kini marak di dunia maya.

2. Strategi Produksi
Dengan bekerja sama dengan toko-toko offline untuk mendapatkan barang yang akan dipasarkan ataupun di jual di website online.

3. Strategi Penetapan Harga
Harga merupakan suatu variabel yang mempunyai peranan penting dalam dunia bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang kami tawarkan di sini, kami sesuaikan dengan sasaran penulis. Harga sesuaikan dengan harga dari toko dan penulis mengambil keuntungan.

4. Rencana Pengembangan Produksi
a. Memperluas wawasan dibidang komputer
b. Mengenalkan dunia computer bagi masyarakat umum
c. Meberikan Update terbaru setiap harinya harga produk-produk yang di tawarkan
d. Analisis resiko usaha dan antisipasinya
BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Website dan internet merupakan hal yang sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat pada umumnya hampir semua orang memiliki dan mengakses website dan terutama untuk melakukan jual beli memalui media online yang dapat diakses dimana saja kapan saja dimana saja dan melakukan jual beli secara aman, nyaman dan bengiriman barang keseluruh penjuru dunia sehingga dapat menjadi peluang usaha untuk menghasilkann uang dari internet.

B.     Saran

Produk kami mengutamakan kepada unsur kepercayaan. Sehingga kepercayaan dan kepuasan pelanggan adalah moto kami. Oleh karena itu mendapatkan kepercayaan adalah keunggulan bagi website kami dan barang yang kami tawarkan. 

Contoh Konflik dan pemecahan masalahnya

BAB I
PENDAHULUAN

1.     Pengertian konflik
Konflik adalah salah satu bentuk ketidakserasian yang disebabkan oleh tidak sejalannya pemikiran antar kedua belah pihak yang terlibat antar hubungan interpersonal.
Pengertian Konflik Menurut para ahli Suatu masalah dalam lingkungan sosial yang disebabkan adanya beberapa perbedaan cara pandangan yang terjadi dalam lingkungan berrumah tangga, masyarakat  bahkan sebuah negara.
Pengertian Konflik menurut seorang pakar bernama Robbins, Konflik merupakan sebuah proses yang diawali dengan adanya salah satu dari kedua belah pihak yang merasa tersakiti ataupun memiliki negatif atau akan segera memengaruhi secara negatif pihak lain.
Seorang pakar yang lain bernama bernama  Alabaness, dirinya berpendapat bahwa Pengertian Konflik merupakan suatu kondisi yang muncul antara pihak-pihak atau masing masing orang karena merasakan adanya sebuah ketidaksesuaiaantara tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
Bisa kita tarik kesimpulan dari kedua penjelasan diatas, bahwa pengertian Konflik merupakan perbedaan presepsi antara satu orang dengan orang lain sehingga menimbulkan perpecahan antara kedua belah pihak yang bertikai.




2.     Cara Menangani Konflik
Cara menanggani Konflik itu tidak bisa dihindari di dalam organisasi karena sasaran, nilainilai dan kebutuhan dari kelompok dan individu itu tidak selalu sama. Konflik mungkin adalah suatu tanda dari sebuah organisasi yang sehat. Kesepakatan lunak tentang semua hal akan menjadi tidak natural dan melemahkan.
Seharusnya akan selalu ada perselisihan ide tentang tugas-tugas dan proyek-proyek, dan ketidak-sepakatan seharusnya tidak di tekan. Semua itu seharusnya di bawa ke ruang terbuka karena itu adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa isu-isu dijelajahi dan konflik-konflik diatasi.
Terdapat yang namanya konflik kreatif – ide-ide, wawasan, pendekatan dan solusi baru bisa dihasilkan melalui pengamatan bersama terhadap berbagai sudut pandang yang berbeda, selama itu didasarkan pada pertukaran informasi dan ide-ide yang objektif dan rasional.
Tapi konflik menjadi kontra produktif saat di dasarkan pada perbedaan kepribadian, atau saat diperlakukan sebagai kekacauan yang tidak pantas dan perlu segera di hilangkan, bukannya sebagai masalah untuk di atasi. Penuntasan konflik bisa berkaitan dengan konflik antar kelompok atau antar individu.
Pihak ketiga harus menghindaari godaan untuk mendukung atau tampak mendukung salah satu pihak. Mereka seharusnya mengadopsi suatu pendekatan konseling, sebagai berikut:
  • Mendengarkan secara aktif.
  • Mengamati sambil mendengarkan.
  • Membantu orang-orang memahami dan mendefinisikan masalah dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan relevan yang berujung terbuka.
  • Mengakui perasaan-perasaan dan mengijinkan untuk di ekspresikan.
  • Membantu orang-orang mendefinisikan masalah untuk diri mereka sendiri.
  • Mendorong orang-orang untuk menjelajahi solusi alternatif.
  • Membuat orang-orang mengembangkan sendiri penerapan rencana-rencana tapi memberikan nasehat dan membantu jika di minta.
3.     Strategi Dalam Mengatasi Konflik
Walaupun suatu konflik juga dapat memberikan kontribusi positif dalam suatu hubungan, beberapa kalangan memilih untuk meminimalisir terjadinya konflik. Mereka mungkin tidak yakin dapat menyelesaikan konflik itu dengan baik, atau mungkin untuk menjaga suatu hubungan agar tampak selalu ada hambatan dan sebagainya. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan beberapa cara antara lain:
A.    Win-Lost Strategi
Dalam strategi ini masing-masing pihak ingin mengalahkan pihak yang lain dengan mengambil tindakan yang menguntungkan dirinya dan merugikan orang lain.
B.    Lost-Lost Strategi
Penyelesaian dengan cara ini didasari perasaan untuk melampiaskan kemarahan dengan melakukan tindakan yang merugikan kedua belah pihak.
C.    Win-Win Strategi
Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini berusaha menciptakan suasana yang memberikan kesan bahwa tidak ada pihak yang kalah dengan berusaha meyelamatkan muka pihak lain
Masing-masing setiap orang memiliki strategi dalam mengatasi masalah. Strategi-strategi tersebut merupakan hasil belajar yang dimulai sejak usia kanak-kanak, biasanya akan bekerja secara otomatis dan kita biasanya tidak menyadari cara bertingkah laku kita dalam situasi-situasi konflik atau berlansung secara spontan.



BAB II
PEMBAHASAN
1.     Contoh Konflik
Pembabatan hutan adat di Kalimantan Tengah terus berlangsung seperti terjadi di kawasan hutan Tamanggung Dahiang di Desa Tumbang Dahui, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan pada bulan awal Nopember 2002. Kejadian ini sebenarnya telah diketahui oleh seorang tokoh desa bernama Salin R. Ahad yang kemudian permasalahan ini dilaporkan ke Polda, Kejaksaan Tinggi, dan DPRD Propinsi Kalteng yang dianggap menginjak-injak harga diri masyarakat adat dan hukum-hukum adat setempat. Kemudian tokoh desa itu juga mengungkapkan keterlibatan oknum-oknum BPD (Badan Perwakilan Desa) yang ikut membekingi dan melakukan pembabatan hutan adat tersebut.

Kejadian yang hampir sama terjadi pada pertengahan bulan Juni 2002. 189 warga desa di wilayah Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara menuntut HPH PT. Indexim dan PT. Sindo Lumber telah melakukan pembabatan hutan di kawasan Gunung Lumut. Kawasan hutan lindung Gunung Lumut di desa Muara Mea itu oleh masyarakat setempat dijadikan kawasan ritual sekaligus sebagai hutan adat bagi masyarakat dayak setempat yang mayoritas pemeluk Kaharingan. Sebelum kejadian ini telah diadakan pertemuan antara masyarakat adat dan HPH-HPH tersebut.

Namun setelah sekian lama ternyata isi kesepakatan tersebut telah diubah oleh HPH-HPH itu dan ini terbukti bahwa perwakilan-perwakilan masyarakat adat dengan tegas menolak dan tidak mengakui isi dari kesepakatan itu.

Selain itu, konflik yang terjadi antara mayarakat desa Tumbang Dahui denga perusahaan PT.Indexin dan PT.Sindo Lumber disebabkan dengan hal-hal seperti berikut:
Masalah tata batas yang tidak jelas dari 2 belah pihak
Pelanggaran adat yang disebabkan perusahaan tersebut
Ketidakadilan aparat hukum dalam menyelsaikan persoalan
Hancurnya penyokong antara masyarakat adat dan masyarakat hutan akibat rusak dan sempitnya hutan
Tidak ada kontribusi positif pengelola hutan dengan masyarakat adat dan masyarakat di sekitar hutan.
Perusahaan tidak melibatkan masyarakat adat dan masyarakat disekitar hutan dalam pengusahaan hutan.
Seharusnya,aparat keamanan yang bertugas melindungi masyarakat bisa menindak lanjuti kedua perusahaan tersebut,karena perusahaan PT.Indexin dan PT.Sindo Lumber telah melanggar tentang pengelolaan hutan.Kedua perusahaan tersebt telah membabat habis hutan di kawasan gunung lumut tersebut, apalagi hutan tersebut merupakan hutan lindung. Selain itu aparat kemanan juga dapat menangkap oknum BPD tersebut, karena oknum tersebut terlibat langsung dalam kerjasama dengan kedua perusahaan tersebut. Oknum ini harusnya menghalangi tindakan kedua perusahaan tersebut dalam pembabatan hutan.
    Agar menghindari konflik dengan masyarakat sekitar,perusahaan juga seharusnya bersikap baik dalam lingkumgan sekitar.Seperti tidak melakukan pembabatan hutan lindung. Lalu jika melakukan penebangan pohon di hutan, harus melakukan reboisasi(penanaman ulang pohon). Hormat kepada masyarakat sekitar dan adat dan berlaku, karena masyarakat Kalimantan terkenal dengan adatnya yang harus di jaga secara turun menurun. Jika hal itu dilakukan oleh perusahaan, mungkin tidak ada yang namanya konflik eksetrnal.
2.     Pihak Yang Berkonflik
Warga Desa dengan HPH PT. Indexim dan PT. Sindo Lumber
3.     Penyebab konflik
Pembabatan hutan adat di Kalimantan Tengah di kawasan hutan Tamanggung Dahiang di Desa Tumbang Dahui, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan pada bulan awal Nopember 2002.
4.     Penyelesaian konflik
masyarakat sekitar,perusahaan juga seharusnya bersikap baik dalam lingkumgan sekitar.Seperti tidak melakukan pembabatan hutan lindung. Lalu jika melakukan penebangan pohon di hutan, harus melakukan reboisasi(penanaman ulang pohon).

https://nidafe.wordpress.com/2013/12/25/contoh-konflik-dalam-organisasi-dan-penyelesaiannya/
https://nidafe.wordpress.com/2013/12/25/contoh-konflik-dalam-organisasi-dan-penyelesaiannya/
A. Anditha Sari, S.Kom, S.Sos, M.I.Kom Komunikasi antar Pribadi, Yogyakarta: Deepublish, April 2007

 
Octafian Andi hermawan | Gamers