Selasa, 19 Desember 2017

Contoh Konflik dan pemecahan masalahnya

BAB I
PENDAHULUAN

1.     Pengertian konflik
Konflik adalah salah satu bentuk ketidakserasian yang disebabkan oleh tidak sejalannya pemikiran antar kedua belah pihak yang terlibat antar hubungan interpersonal.
Pengertian Konflik Menurut para ahli Suatu masalah dalam lingkungan sosial yang disebabkan adanya beberapa perbedaan cara pandangan yang terjadi dalam lingkungan berrumah tangga, masyarakat  bahkan sebuah negara.
Pengertian Konflik menurut seorang pakar bernama Robbins, Konflik merupakan sebuah proses yang diawali dengan adanya salah satu dari kedua belah pihak yang merasa tersakiti ataupun memiliki negatif atau akan segera memengaruhi secara negatif pihak lain.
Seorang pakar yang lain bernama bernama  Alabaness, dirinya berpendapat bahwa Pengertian Konflik merupakan suatu kondisi yang muncul antara pihak-pihak atau masing masing orang karena merasakan adanya sebuah ketidaksesuaiaantara tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
Bisa kita tarik kesimpulan dari kedua penjelasan diatas, bahwa pengertian Konflik merupakan perbedaan presepsi antara satu orang dengan orang lain sehingga menimbulkan perpecahan antara kedua belah pihak yang bertikai.




2.     Cara Menangani Konflik
Cara menanggani Konflik itu tidak bisa dihindari di dalam organisasi karena sasaran, nilainilai dan kebutuhan dari kelompok dan individu itu tidak selalu sama. Konflik mungkin adalah suatu tanda dari sebuah organisasi yang sehat. Kesepakatan lunak tentang semua hal akan menjadi tidak natural dan melemahkan.
Seharusnya akan selalu ada perselisihan ide tentang tugas-tugas dan proyek-proyek, dan ketidak-sepakatan seharusnya tidak di tekan. Semua itu seharusnya di bawa ke ruang terbuka karena itu adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa isu-isu dijelajahi dan konflik-konflik diatasi.
Terdapat yang namanya konflik kreatif – ide-ide, wawasan, pendekatan dan solusi baru bisa dihasilkan melalui pengamatan bersama terhadap berbagai sudut pandang yang berbeda, selama itu didasarkan pada pertukaran informasi dan ide-ide yang objektif dan rasional.
Tapi konflik menjadi kontra produktif saat di dasarkan pada perbedaan kepribadian, atau saat diperlakukan sebagai kekacauan yang tidak pantas dan perlu segera di hilangkan, bukannya sebagai masalah untuk di atasi. Penuntasan konflik bisa berkaitan dengan konflik antar kelompok atau antar individu.
Pihak ketiga harus menghindaari godaan untuk mendukung atau tampak mendukung salah satu pihak. Mereka seharusnya mengadopsi suatu pendekatan konseling, sebagai berikut:
  • Mendengarkan secara aktif.
  • Mengamati sambil mendengarkan.
  • Membantu orang-orang memahami dan mendefinisikan masalah dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan relevan yang berujung terbuka.
  • Mengakui perasaan-perasaan dan mengijinkan untuk di ekspresikan.
  • Membantu orang-orang mendefinisikan masalah untuk diri mereka sendiri.
  • Mendorong orang-orang untuk menjelajahi solusi alternatif.
  • Membuat orang-orang mengembangkan sendiri penerapan rencana-rencana tapi memberikan nasehat dan membantu jika di minta.
3.     Strategi Dalam Mengatasi Konflik
Walaupun suatu konflik juga dapat memberikan kontribusi positif dalam suatu hubungan, beberapa kalangan memilih untuk meminimalisir terjadinya konflik. Mereka mungkin tidak yakin dapat menyelesaikan konflik itu dengan baik, atau mungkin untuk menjaga suatu hubungan agar tampak selalu ada hambatan dan sebagainya. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan beberapa cara antara lain:
A.    Win-Lost Strategi
Dalam strategi ini masing-masing pihak ingin mengalahkan pihak yang lain dengan mengambil tindakan yang menguntungkan dirinya dan merugikan orang lain.
B.    Lost-Lost Strategi
Penyelesaian dengan cara ini didasari perasaan untuk melampiaskan kemarahan dengan melakukan tindakan yang merugikan kedua belah pihak.
C.    Win-Win Strategi
Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini berusaha menciptakan suasana yang memberikan kesan bahwa tidak ada pihak yang kalah dengan berusaha meyelamatkan muka pihak lain
Masing-masing setiap orang memiliki strategi dalam mengatasi masalah. Strategi-strategi tersebut merupakan hasil belajar yang dimulai sejak usia kanak-kanak, biasanya akan bekerja secara otomatis dan kita biasanya tidak menyadari cara bertingkah laku kita dalam situasi-situasi konflik atau berlansung secara spontan.



BAB II
PEMBAHASAN
1.     Contoh Konflik
Pembabatan hutan adat di Kalimantan Tengah terus berlangsung seperti terjadi di kawasan hutan Tamanggung Dahiang di Desa Tumbang Dahui, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan pada bulan awal Nopember 2002. Kejadian ini sebenarnya telah diketahui oleh seorang tokoh desa bernama Salin R. Ahad yang kemudian permasalahan ini dilaporkan ke Polda, Kejaksaan Tinggi, dan DPRD Propinsi Kalteng yang dianggap menginjak-injak harga diri masyarakat adat dan hukum-hukum adat setempat. Kemudian tokoh desa itu juga mengungkapkan keterlibatan oknum-oknum BPD (Badan Perwakilan Desa) yang ikut membekingi dan melakukan pembabatan hutan adat tersebut.

Kejadian yang hampir sama terjadi pada pertengahan bulan Juni 2002. 189 warga desa di wilayah Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara menuntut HPH PT. Indexim dan PT. Sindo Lumber telah melakukan pembabatan hutan di kawasan Gunung Lumut. Kawasan hutan lindung Gunung Lumut di desa Muara Mea itu oleh masyarakat setempat dijadikan kawasan ritual sekaligus sebagai hutan adat bagi masyarakat dayak setempat yang mayoritas pemeluk Kaharingan. Sebelum kejadian ini telah diadakan pertemuan antara masyarakat adat dan HPH-HPH tersebut.

Namun setelah sekian lama ternyata isi kesepakatan tersebut telah diubah oleh HPH-HPH itu dan ini terbukti bahwa perwakilan-perwakilan masyarakat adat dengan tegas menolak dan tidak mengakui isi dari kesepakatan itu.

Selain itu, konflik yang terjadi antara mayarakat desa Tumbang Dahui denga perusahaan PT.Indexin dan PT.Sindo Lumber disebabkan dengan hal-hal seperti berikut:
Masalah tata batas yang tidak jelas dari 2 belah pihak
Pelanggaran adat yang disebabkan perusahaan tersebut
Ketidakadilan aparat hukum dalam menyelsaikan persoalan
Hancurnya penyokong antara masyarakat adat dan masyarakat hutan akibat rusak dan sempitnya hutan
Tidak ada kontribusi positif pengelola hutan dengan masyarakat adat dan masyarakat di sekitar hutan.
Perusahaan tidak melibatkan masyarakat adat dan masyarakat disekitar hutan dalam pengusahaan hutan.
Seharusnya,aparat keamanan yang bertugas melindungi masyarakat bisa menindak lanjuti kedua perusahaan tersebut,karena perusahaan PT.Indexin dan PT.Sindo Lumber telah melanggar tentang pengelolaan hutan.Kedua perusahaan tersebt telah membabat habis hutan di kawasan gunung lumut tersebut, apalagi hutan tersebut merupakan hutan lindung. Selain itu aparat kemanan juga dapat menangkap oknum BPD tersebut, karena oknum tersebut terlibat langsung dalam kerjasama dengan kedua perusahaan tersebut. Oknum ini harusnya menghalangi tindakan kedua perusahaan tersebut dalam pembabatan hutan.
    Agar menghindari konflik dengan masyarakat sekitar,perusahaan juga seharusnya bersikap baik dalam lingkumgan sekitar.Seperti tidak melakukan pembabatan hutan lindung. Lalu jika melakukan penebangan pohon di hutan, harus melakukan reboisasi(penanaman ulang pohon). Hormat kepada masyarakat sekitar dan adat dan berlaku, karena masyarakat Kalimantan terkenal dengan adatnya yang harus di jaga secara turun menurun. Jika hal itu dilakukan oleh perusahaan, mungkin tidak ada yang namanya konflik eksetrnal.
2.     Pihak Yang Berkonflik
Warga Desa dengan HPH PT. Indexim dan PT. Sindo Lumber
3.     Penyebab konflik
Pembabatan hutan adat di Kalimantan Tengah di kawasan hutan Tamanggung Dahiang di Desa Tumbang Dahui, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan pada bulan awal Nopember 2002.
4.     Penyelesaian konflik
masyarakat sekitar,perusahaan juga seharusnya bersikap baik dalam lingkumgan sekitar.Seperti tidak melakukan pembabatan hutan lindung. Lalu jika melakukan penebangan pohon di hutan, harus melakukan reboisasi(penanaman ulang pohon).

https://nidafe.wordpress.com/2013/12/25/contoh-konflik-dalam-organisasi-dan-penyelesaiannya/
https://nidafe.wordpress.com/2013/12/25/contoh-konflik-dalam-organisasi-dan-penyelesaiannya/
A. Anditha Sari, S.Kom, S.Sos, M.I.Kom Komunikasi antar Pribadi, Yogyakarta: Deepublish, April 2007

0 komentar:

Posting Komentar

Tunggu Postingan Berikutnya Update seminggu 2 kali lo

 
Octafian Andi hermawan | Gamers